Oksarlidady ArifinDirektur Utama

Oksarlidady Arifin memulai karir di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai Staf Teknik di Pabrik Fabrikasi Baja.

Setelah itu, Pria kelahiran Medan 23 Oktober 1965 itu memenangkan berbagai posisi, Manajer Proyek Instalasi Air di Sumatera Selatan, Manajer Proyek WTP Pertamina UP III Plaju – Sumatera Selatan, Manajer Proyek HSM PT Krakatau Steel – Cilegon, Manajer Proyek Pengembangan Pabrik Siemens di Cilegon , Manajer Proyek Jembatan Jababeka di Cikarang, Manajer Pemasaran PT Wijaya Karya Intrade dan Manajer Divisi Konstruksi di PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi serta Direktur PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKA IKON).

Berbekal pengalaman yang sangat variatif dan broaden  tersebut  membuat  Oksarlidady Arifin dipercaya untuk memimpin PT Barata Indonesia (Persero) hingga saat ini.

Tony Budi SantosaDirektur Pemasaran

Sebelum menjadi Direktur Pemasaran di PT Barata Indonesia (Persero), beliau memulai karir pada tahun 1994 – 1996 di Unit Usaha Mandiri (UUM) Bandung sebagai Staff Kepala Pabrik.  Karirnya menanjak ketika pada 1996 – 1997,  Pria asal Madiun tersebut menjabat sebagai Pjs. Kabag. PPP di UMM Bandung, yang kemudian naik jabatan menjadi Kabag. PPP di UUM Bandung pada tahun 1997 – 1999.

Prestasi baik tersebut terus dilanjutkan dan  pada  1999 –2000 ketika alumni ITS jurusan Teknik Mesin  tersebut menjabat sebagai Supervisor Pengendalian Produksi, Divisi PITA.

Setelah menduduki posisi sebagai sebagai Pjs. Manajer Produksi Divisi PITA pada 2000 –2001, posisinya  berlanjut  menjadi Manajer Produksi di Divisi PITA pada tahun 2001 – 2002. Karirnya semakin cemerlang ketika beliau diangkat menjadi Deputy General Manager UUM Medan pada  2002, serta menjadi Pjs. General Manager UMM Medan 2002 – 2005, yang kemudian berlanjut menjadi Pjs. General Manager UMM Bandung pada 2005.

Keberhasilannya di Medan membuat diangkat menjadi General Manager UUM Bandung pada tahun 2005 – 2008 dan pada tahun yang sama beliau juga menjabat Staff Ahli Direktur Utama, serta Kepala Devisi Produksi Peralatan Jalan pada 2008 – 2009.

Posisi-posisi penting kemudian beliau emban seperti General Manager UUM Tegal pada 2009 – 2012, Direktur Keuangan dan SDM pada tahun 2012 – 2014, sebelum pada akhirnya menduduki posisi Direktur Operasi dan Pemasaran pada tahun 2014 hingga 2017. Saat ini beliau mengisi posisi sebagai Direksi Pemasaran.

Rahman SadikinDirektur Keuangan dan SDM

Mengawali karir di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sempat mengisi posisi sebagai Manajer Keuangan dan Human Capital Dept. Luar Negeri PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sejak 22 Agustus 2011. Beliau meraih Magister Manajemen dari Binus University pada tahun 2014 dan Gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1996.

Kinerjanya terus menanjak membuat pria kelahiran 19 September 1970 ditunjuk menjadi Direktur Keuangan dan SDM PT Boma Bisma Indra (Persero)  pada tahun 2014. Setelah itu Pria kelahiran Cirebon tersebut  naik dan menjabat Direktur Utama PT Boma Bisma Indra (Persero) sejak  tahun 2016.

Setelah lima tahun berkipirah di PT BBI, Rahman ditugaskan oleh Kementerian BUMN untuk mengisi posisi Direktur Keuangan dan SDM PT Barata Indonesia (Persero).

Bobby Sumardiat AtmosudirjoDirektur Operasi

Sebelum menjabat sebagai Direksi Operasi PT Barata Indonesia (Persero), Bobby Sumardiat Atmosudirjo telah lama berkecimpung di dunia Industri. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) bidan Teknik Mesin tersebut tercatat menempati beberapa jabatan seperti Head of Health, Safety, and Environment PT Petrosea, Maintenance Manager PT Petrokimia Interindo, Deputy General Manager PT Petrosea hingga selanjutnya bergabung di PT Pindad (Persero) pada tahun 2014 menjabat sebagai Direktur Bisnis Produk Industrial. Dan Saat ini beliau dipercaya menjadi Direktur Operasi PT Barata Indonesia (Persero)

Triyogi YuwonoKomisaris Utama

Triyogi Yuwono mengawali karirnya pada 1985 sebagai Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin FTI ITS – Surabaya hingga sekarang. Beliau juga termasuk dalam jajaran serta Staf Pengajar Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1995 – sekarang. Namun dalam rentang waktu tersebut, pria asal Tulungagung tersebut menjabat posisi penting mulai dari, Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Teknik  Mesin FTI-ITS pada tahun 1994–1996, Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana-Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS 1995 – 1996, serta sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1996– 1999 dan 1999-2003.

Pada 2003-2007 beliau menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITS yang kemudian beralih menjadi  Kepala Laboratorium Mekanika Fluida dan Mesin- Mesin Fluida, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 2008-2011. Selama tiga tahun tersebut  beliau menduduki posisi sebagai sebagai Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana- Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada 2008 – 2011, serta sebagai Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Tek. Mesin FTI-ITS pada tahun 2008 – 2011. Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Rektor ITS- Surabaya  pada 2011-2015.

KatnoKomisaris

Sebelum menjabat sebagai Komisaris PT Barata Indonesia (Persero) , Beliau berkarir sebagai Pengawas di PNPM Mandiri, pada tahun 2004 hingga tahun 2008, sebagai Pengadaan administrasi Umum (Kepegawaian) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2008–2009, kemudian pada tahun 2010 Beliau menjabat sebagai Pengadministrasi Umum (Pengadaan) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada tahun 2011–2012 Beliau menjabat sebagai Pengadministrasi Umum (Peralatan) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kemudian pada tahun 2013 Beliau menjabat sebagai Pengelola Barang Milik Negara Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan sebagai Pengadministrasi Teknik Pengawasan Dan Pelaksanaan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat pada tahun 2014, sebelum akhirnya Beliau ditunjuk sebagai Pengadministrasi Teknik Perencanaan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya, Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat di tahun 2015.

Sam HerodianKomisaris

Warga Negara Indonesia, lahir di Cirebon, 29 Mei 1962. Beliau memperoleh gelarSarjana Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Bidang Mekanisasi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Pelatihan di University of Tokyo Labor Science (Human Factor Engineering), Master Fakultas Teknologi Pertanian – IPB Bidang Keteknikan Pertanian, dan Doktor – Tokyo University of Agriculture and Technology Labor Scince.

Sebelum menjabat sebagai Komisaris di PT Barata Indonesia (Persero), Beliau sudah aktif di Kementerian Pertanian RI sejak tahun 2015. Atas prestasi kinerja beliau maka beberapa posisi strategis telah diemban sejak 2000-2015 yaitu Ketua Jurusan Mekanisasi Pertanian Fateta-IPB, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Ketua Laboratorium Ergonomika Fateta-IPB, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Tim Pakar UPSUS Kementan/Staf Khusus Menteri. Setelah periode tersebut, Pemegang Saham BUMN mempercayai beliau untuk juga menjadi Komisaris PT Barata Indonesia (Persero) guna memberikan masukan & pengawasan atas kinerja PT Barata Indonesia (Persero) dari tahun 2018 hingga sekarang.

SudarsoKomisaris

Sebelum menjabat sebagai Komisaris di PT Barata Indonesia (Persero), Beliau mengawali karir sebagai  Pelaksana pada Kantor Tata Usaha Anggaran, Medan  hingga 1991, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pacitan hingga 2008. Kepala Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis, Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum hingga 2009. Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal, Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo hingga 2013 dan kemudian menjadi PLT. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo di tahun 2013. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Prov Sumatera Selatan hingga 2015, dan Direktur Sistem Perbendaharaan hingga 2018. Setelah periode tersebut, Pemegang Saham BUMN mempercayai beliau untuk juga menjadi Komisaris PT Barata Indonesia (Persero) guna memberikan masukan & pengawasan atas kinerja PT Barata Indonesia (Persero) dari tahun 2018 hingga sekarang.