Memperingati Hari Listrik Nasional ke-71 yang jatuh pada 28 September 2016, PT. Barata Indonesia (Persero) turut ambil bagian Pameran dan Seminar Ketenagalistrikan pada 28-30 September 2016 yang bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta.

Pameran yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla serta Menteri BUMN, Rini Soemarno  tersebut, tidak hanya untuk memperingati hari listrik nasional namun juga  untuk semakin menajamkan Program Pemerintah yakni Pembangkit Listrik 35 ribu  Megawatt (MW). Tujuannya tentu saja agar listrik dapat menyentuh rumah-rumah di seluruh pe ke pelosok-pelosok daerah terpencil.

Bentuk komitmen nyata untuk menyukseskan program pembangkit listrik 35 ribu MW tersebut adalah dengan diresmikannya PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Nasional yang diprediksi akan menggairahkan industri lokal.

Program PLTU Nasional tersebut nantinya akan menggandeng BUMN-BUMN  dan kontraktor nasional untuk memasok bahan baku Pembangunan Pembangkit Listrik PLTU di Indonesia. Terutama untuk pembangkit listrik yang berkapasitas di bawah 100 MW.

Munculnya PLTU Nasional tersebut juga sebagai  jawaban serta sarana bagi perusahaan-perusahaan lokal dalam negeri untuk berperan aktif dalam proyek listrik 35 ribu MW.   Ada sekitar 201 unit pembangkit dengan skala dibawah  100 MW yang disasar oleh progam PLTU Nasional. Sementara Tingkat Kandungan Dalam negeri (TKDN) yang diincar pun mencapai 50 persen bahkan bisa lebih.

PT. Barata Indonesia  (Persero) termasuk salah satu perusahaan BUMN yang akan digandeng dalam proyek tersebut, karena dinilai telah memiliki kemampuan dalam membangun komponen-komponen pembangkit lisrik dalam negeri.

Selain  PT. Barata Indonesia (Persero) , beberapa BUMN yang  juga akan turut berpartisipasi pada proyek tersebut adalah, PT. PAL (Persero), PT.Pindad (Persero), PT. Boma Bisma Indra (Persero) serta beberapa BUMN Karya.



Leave a Reply